Selamat datang di blog Sans's Ilmu. Senang sekali rasanya kali ini dapat berbagi ilmu mengenai "Perkembangan Teknologi Komunikasi di Indonesia". Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat
dapat kita lihat melalui sejarahnya, Misalnya Merpati
Pos Merupakan alat komunikasi dengan menggunakan burung merpati sebagai
mengantar surat atau pesan, Merpati dipilih karena burung ini pintar, memiliki
daya ingat kuat, kemampuan navigasi dan naluri alamiah untuk kembali ke sarang,
metode ini berasal dari orang-orang Persia yang melatih burung-burung merpati.
Pertama kali digunakan oleh Sultan Bagdad, Nuruddin (1416) untuk mengirimkan
pesan sekitar kerajaannya. Orang Romawi menggunakan merpati pos untuk mengirim
pesan kepada pasukan militernya. Orang Yunani memberitahukan pemenang olimpiade
melalui merpati pos. pada masa perang dunia pertama (1914-1918) pun pasukan
Amerika menggunakan permati pos untuk komunikasi. Tapi sekarang manusia tidak
perlu lagi menggunakan burung merpati sebagai pengantar surat.
Revolusi teknologi
informasi dan komunikasi yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia telah
mengubah pola komunikasi manusia ke dalam sebuah bentuk informasi kampung
global sebagaimana telah diramalkan oleh Marshall McLuhan melalui teori
media klasik-nya. Berbagai teknologi baru seperti laser, serat optik, telepon,
internet, dan perangkat telekomunikasi lainnya telah memasuki jaringan media
komunikasi tertulis dan lisan dan hal itu tidak dapat dihindari. Bagimanakah
perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia? Berikut ini adalah "PerkembanganTeknologi Komunikasi di Indonesia"
1. Teknologi
komunikasi tradisional
Berbagai
kegiatan komunikasi di Indonesia sejatinya dimulai sejak masa kerajaan. Hal ini
terungkap melalui berbagai prasasti dan dokumen yang ditemukan oleh ahli
sejarah. Media komunikasi yang digunakan pada masa
kerajaan adalah batu, kayu, kulit kayu, bambu serta lontar. Macam-macam media komunikasi tersebut
merupakan media komunikasi yang ditulis dengan menggunakan bahasa Sansekerta.
2. Mesin
cetak
Kurang
lebih dua abad setelah mesin cetak ditemukan, tepatnya pada tahun 1688,
pemerintah Hindia Belanda membawa masuk mesin cetak ke Indonesia. Tak lama
setelah itu, terbitlah surat kabar tercetak pertama yang berisi berbagai
ketentuan perjanjian antara pemerintah Hindia Belanda dengan Sultan Makassar.
Penerbitan surat kabar pertama ini kemudian diikuti berbagai macam penerbitan
lainnya seperti iklan yang umumnya ditujukan untuk membela atau membantu
kepentingan pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia. Ini adalah cikal bakal sejarah media
massa di Indonesia.
3. Telegraf
Tahun
1855, tepatnya tanggal 23 Oktober, saluran telegraf di Indonesia mulai dibuka
oleh pemerintah Hindia Belanda. Saat itu, saluran telegraf menghubungkan
Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor). Kemudian layanan telegraf semakin
berkembang yang ditandai dengan dimanfaatkannya telegraf oleh khalayak luas di
28 kantor telegraf yang ada saat itu. Telegraf mengalami perkembangan lebih
lanjut dengan adanya kabel komunikasi bawah laut yang dapat membawa pesan yang
menghubungkan Jakarta – Singapura dan diikuti dengan jalur Banyuwangi –
Australia.
4. Telepon
Setelah
telegraf digunakan selama bertahun-tahun di Indonesia pada masa penjajahan
Belanda, maka sejarah perkembangan telepon di Indonesia
dimulai. Pada tanggal 16 Oktober 1882 jaringan telepon lokal pertama muncul di
Indonesia yang menghubungkan wilayah Gambir dan Tanjung Priok dan secara cepat
menyebar ke sebagian besar wilayah Indonesia. Dua tahun kemudian tepatnya tahun
1884, jaringan telepon lokal kemudian dibangun di Semarang dan Surabaya.
Untuk
jaringan telepon interlokal, perusahan telekomunikasi yang bernama Intercommunal Telefoon Maatschappij mendapat
izin dari pemerintah Hindia Belanda selama 25 tahun untuk membuka jaringan
telepon yang menghubungkan Batavia – Semarang, Batavia – Surabaya, Batavia –
Bogor, dan Bandung – Sukabumi.
Kemudian
pada tahun 1906, Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih dan mengelola semua
jaringan telepon di Indonesia melalui sebuah badan yang telah dibentuk dan
bernama Post Telegraaf en Telefoon Dienst.
Sejak saat itu, jasa telekomunikasi di Indonesia dikelola sepenuhnya oleh
pemerintah. Pada tahun 1920, telegram mulai dipopulerkan yang terdiri
dari berbagai kombinasi kode yang ditransmisikan melalui telegraf.
Pada
kisaran tahun 1960an, Indonesia mengalami pembangunan jaringan telekomunikasi
yang sangat pesat. Salah satu yang dibangun pada tahun 1967 adalah gelombang
mikro lintas Sumatra – Indonesia Timur yang menghubungkan Jawa – Nusa Tenggara
– Sulawesi – Kalimantan. Saat itu, jaringan telepon menggunakan sistem batere
lokal dan kawat tunggal yang terpasang di atas permukaan tanah. Namun, seiring
dengan perkembangan zaman, penggunaan sistem batere loka perlahan-lahan diganti
dengan menggunakan kabel yang ditanam jauh di bawah permukaan tanah agar tidak
mengalami gangguan. Kawat tunggal kemudian diganti dengan kawat ganda.
Setelah
Satelit Palapa A1 diluncurkan pada tahun 1976, cakupan jaringan telepon di
Indonesia semakin luas hingga mencapai luar negeri. Perumbuhan jaringan telepon
semakin pesat serta canggih yang didukung oleh teknologi satelit. Hingga tahun
2015, jumlah pelanggan telepon di Indonesia yang menggunakan teknologi
telekomunikasi dengan kabel mencapai 10.378.037 pengguna, dan teknologi
telekomunikasi tanpa kabel mencapai 341.482.747 pengguna.
Sponsors
Link
5. Telepon
genggam
Cikal
bakal telepon genggam adalah pager yang muncul sebelum masa reformasi. Jumlah
pelanggan pager pada saat itu mencapai 800.000 pengguna dan terus mengalami
penurunan seiring dengan mulai berkembangnya teknologi telepon genggam.
Teknologi telepon genggam berbasis NMT atau Nordic Mobile Telephone di
Indonesia mulai berkembang pada tahun 1984. Tahun 1985, teknologi telepon
genggam bergrak ke NMT modifikasi dengan sistem AMPS atau Advance Mobile Phone
Sytem dan digunakan oleh beberapa operator di Indonesia seperti PT. Panca
Sakti, PT Elektrindo Nusantara, PT Rajasa Hazanah Perkasa, dan PT. Centralindo
Telekomindo .
Selanjutnya,
pada tahun 1993 mulai dikembangkan industri GSM atau Global System for Mobile
Communication di Indonesia dengan pilot project di pulau Batam dan Bintan.
Decade ini ditandai dengan semakin banyaknya operator seluler di Indonesia
seperti Satelindo, Telkomsel, dan PT Excelcomindo Pratama.
Layanan
SMS atau short message service mulai marak di Indonesia pada tahun 2000an. Tiga
tahun kemudian, teknologi CDMA mulai berkembang yang ditandai dengan kehadiran
Flexi Telkom dan Esia. Kehadiran teknologi CDMA berdampak pada semakin
meningkatnya jumlah pengguna telepon genggam di Indonesia karena handset dan
tarif layanan yang murah. Perkembangan telepon genggam di Indonesia berlanjut
dengan masuk Hutchinson (Tri atau 3) ke Indonesia pada tahun 200 dan Axis pada
tahun 2008. Jumlah pengguna telepon genggam di Indonesia hingga tahun 2015
adalah sebesar 338.948.340 pengguna.
6. Radio
Radio
siaran yang pertama yang didirikan di Indonesia adalah Bataviase Radio Vereniging atau BRV pada
tanggal 16 Juli 1925 dan merupakan cikal bakal sejarah radio di
Indonesia. Kemudian disusul oleh berbagai stasiun radio swasta
lainnya di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu stasiun radio terbesar
saat itu yang mendapat subsidi dari pemerintah adalah NIROM atau Nederlandsch Indische Radio Omroep Mij. Tanggal
11 September 1945, dibentuk Radio Republik Indonesia oleh para pimpinan radio
yang tergabung dalam Perikatan Perkumpulan Radio Ketimuran (PPRK). Di
Indonesia, keberadaan radio diatur oleh pemerintah melalui sebuah Direktorat
Jenderal Radio, Televisi, dan Film.
Radio
siaran swasta di Indonesia mulai berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru
yang diatur dengan ketentuan peraturan pemerintah. Selanjutnya, radios siaran
swasta membentuk organisasi tersendiri yang dinamakan PRSSNI atau Persatuan
Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia. Hingga tahun 2015, jumlah stasiun radio
di Indonesia mencapai 674 stasiun.
7. Televisi
Sejarah televisi di Indonesia diawali
pada tahun 1962 yang ditandai dengan disiarkannya dua peristiwa besar yaitu
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1962 di
Jakarta dan upacara Pembukaan Asian Games IV tanggal 24 Agustus 1962 di Jakarta
oleh TVRI. Itulah awal mula TVRI mengudara dan setelah Satelit Palapa A1
diluncurkan pada tahun 1976, siaran TVRI dapat menjangkau wilayah Indonesia
yang lebih luas dari sebelumnya. Seperti radio, keberadaan televisi diatur oleh
pemerintah melalui Direktorat Jenderal Radio, Televisi, dan Film.
Televisi
swasta mulai berkembang di Indonesia pada akhir tahun 1980an yang ditandai
dengan mengudaranya RCTI secara terbatas. Kini, jumlah stasiun televisi di
seluruh Indonesia mencapai 523 stasiun televisi baik lokal maupun nasional (2015).
8. Satelit
Komunikasi
Satelit
Palapa A1 adalah satelit komunikasi domestik pertama yang diluncurkan oleh
Indonesia pada tahun 1976. Peluncuran satelit Palapa A1 milik Perumtel ini
sekaligus menandakan Indonesia sebagai negara ketiga di dunia setelah Amerika
Serikat dan Kanada yang memiliki satelit komunikasi domestik. Hingga tahun
2017, Indonesia telah meluncurkan lebih dari 15 satelit komunikasi dan yang
paling mutakhir adalah peluncuran satelit komunikasi Telkom-3S yang dilakukan
pada tanggal 15 Fabruari lalu.
9. Komputer
Komputer
mulai digunakan di Indonesia pada kisaran tahun 1967. Saat itu, terjadi
peningkatan permintaan pemasangan dan penggunaan perangkat computer oleh
instansi pemerintah. Hal ini berujung pada dibentuknya Badan Koordinasi Otomatisasi
Administrasi Negara atau BAKOTAN oleh Pemerintah pada yanggal 4 Juli 1969.
Badan ini berperan sebagai konsultan bagi berbagai instansi yang akan membeli
atau menyewa perangkat komputer. Masih sedikitnya ahli di bidang computer
mendorong Universitas Indonesia memelopori berdirinya Pusat Ilmu Komputer
sebagai tempat bagi para mahasiswa yang ingin belajar dan memahami ilmu
komputer pada tahun 1972.
Perkembangan
komputer di Indonesia terus berlanjut dengan adanya Konferensi Komputer Wilayah
Asia Tenggara yang digelar pada tanggal 21-24 Oktober 1980. Selain konferensi,
Indonesia juga menggelar pameran dalam rangka mengenalkan berbagai perangkat
komputer yang dipasarkan di Indonesia.
Pada
dekade 1980an, perkembangan komputer di Indonesia ditandai dengan kehadiran
komputer mini. Komputer mini memiliki sistem operasi sendiri dan dianggap
sebagai sebuah komputer yang memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Dampaknya
adalah computer mini dipandang tidak efektif dan tidak kompatibel dengan sistem
operasi lain. Solusi dari permasalahan tersebut adalah munculnya sistem operasi
baru yang diberi nama UNIX yaitu sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan
berbagai jenis komputer. Pada tahun 1983, sistem operasi UNIX buatan Indonesia
yang dinamakan Indonesian Gateway atau INDOGTW berhasil diciptakan oleh
mahasiswa UI.
Pada
dekade 1990an, berbagai sistem operasi baru mulai tumbuh di Indonesia. Saat
itu, berbagai komputer dengan prosesor mikro x86 besutan Intel Corporation
mulai memenuhi pasar dan yang paling popular adalah Pentium II. Komputer jenis
ini banyak digunakan di sekolah, perkantoran, dan di rumah dan dipandang
sebagai komputer yang sangat efisien dan efektif dalam membantu pekerjaan.
Perlahan namun pasti, kehadiran computer jenis ini menggantikan peran mesin
ketik yang terlebih dahulu ada. Pada dekade inilah internet mulai masuk ke
Indonesia.
Selanjutnya
pada decade 2000an, computer terus mengalami perkembangan termasuk di
Indonesia. Yang popular pada dekade ini adalah computer generasi Pentium III
yang ditandai dengan diterapkannya stand CPU, memory RAM jenis SDRAM berukuran
64MB hingga 256MB dan dengan kecepatan 800Mhz – 1300Mhz. Adapun sistem
operasi yang paling popular di Indonesia adalah sistem operasi Windows 98. Pada
masa ini juga muncul komputer Pentium IV dengan prosesor yang lebih canggih
dibandingkan dengan Pentium III. Selain Intel, AMD adalah perusahaan yang juga
mengeluarkan prosesor komputer yang juga banyak diminati di Indonesia. Hingga
kini, teknologi komputer di dunia terus berkembang dan hal ini juga berdampak
pada perkembangan computer di Indonesia.
10. Internet
Cikal
bakal perkembangan internet di Indonesia sejatinya dimulai pada tahun
1984 dengan adanya kegiatan radio amatir di Amatir Radio Club ITB yang
menggunakan pesawat radio pemancar Single Side Band atau SSB milik Harya
Sudirapratama dan computer Apple II milik Onno W. Purbo. Di masa itulah mulai
dibahas mengenai teknik membangun jaringan komputer dengan teknologi radio
paket.
Perkembangan
internet di Indonesia selanjutnya dimulai pada pertengahan 1990an oleh
komunitas pengguna radio amatir yang disebut dengan PaguyubanNet atau Paguyuban
Network. Komunitas tersebut terdiri dari M. Samsik-Ibrahim, Suryono
Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi
Indrayanto, Dan Onno W. Purbo.
Tahun
1992, gateway radio paket mulai dikembangkan di ITB dan ITB mulai bergabung ke
dalam jaringan PaguyubanNet. Tahun 1992 – 1993, Muhammad Ihsan dan Andrianti
dari LAPAN menjalin kerjasama dengan Lembaga Antariksa Jerman atau DLR untuk
mengembangkan teknologi radio paket pada pita 70cm dan 2m. Kemudian, pada tahun
1992 – 1994, teknologi radio paket TCP/IP untuk internet mulai diadopsi oleh
BPPT, LAPAN, UI dan ITB. Selanjutnya, LAPAN mengembangkan satelit Indonesia
yang dikenal sebagai LAPAN TUBSAT dan INASAT sementara IPTEKNET masih dalam pengembangan. Tanggal
7 Juni 1994, Randy Bush yang berada di Portland, Oregon, Amerika Serikat
melakukan ping ke IPTEKNET yang hasilnya kemudian dilaporkan ke National
Science Foundation. Waktu yang dibutuhkan untuk ping tersebut adalah 750ms pada
kecepatan 64 kpbs dengan menggunakan jaringan leased line. Pada decade ini,
surat elektronik mulai digunakan di Indonesia dan adalah Menteri Perindustrian
saat itu yang bernama Tungki Ariwibowo yang menggunakan surat elektronik untuk
berkomunikasi.
Tahun
1996, ITB terlibat dalam jaringan penelitian Asia Internet Interconnection
Initiatives. Selanjutnya pada tahun 1997 – 1998, ITB menjadi bagian penting
dari penelitian tersebut yang berhasil menghubungkan lebih dari 25 lembaga
pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2009, Departemen Pendidikan Nasional
mengoperasikan Jaringan Pendidikan Nasional dan INHEREN yang menghubungkan
lebih dari 15.000 sekolah ke Internet. Perkembangan internet sebagai media komunikasi tidak
hanya merambah bidang pendidikan melainkan juga mempengaruhi perkembangan media massa di Indonesia. Baik
radio maupun televisi kini telah memanfaatkan internet sebagai mode penyiaran
secara daring guna menjangkau khalayak yang lebih luas lagi.
Sumber :
http://chrezsoft.blogspot.co.id/2012/12/sejarah-perkembangan-alat-komunikasi.html
https://pakarkomunikasi.com/perkembangan-teknologi-komunikasi-di-indonesia