Liputan6.com, Hannover: Mengoperasikan
komputer dengan kekuatan pikiran bukan lagi khayalan seperti terdapat dalam
film-film science fiction. Perkembangan teknologi kini memungkinkan hal
ini terjadi. Terobosan teknologi Brain Computer Interface (BCI) ini bisa
disaksikan di CeBIT, pameran komputer terbesar di dunia, yang diselenggarakan
di Hannover, Jerman, baru-baru ini. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pameran ini
selalu menghadirkan penemuan-penemuan terbaru. Teknologi BCI sendiri termasuk
salah satu produk unggulan yang diperlihatkan.
Tahukah
Kalian film fiksi ilmiah yang berjudul Surrogates dan dibintangi oleh Bruce
Willis? Ya, dari sanalah contoh mengendalikan komputer dengan pikiran itu.
Bukan hal yang mustail, teknologi
seperti ini sebenarnya sudah pernah ada di zaman sekarang ini, namun hanya
sebatas menggerakkan tangan robot dengan pikiran, dan bukan tidak mungkin di
masa depan kita bisa sepenuhnya mengendalikan komputer (robot utuh) untuk kita
gerakkan, misalnya kita suruh membelikan makanan, memasak, mencuci atau hal-hal
lain yang akan merubah dan sekaligus memudahkan pekerjaan kehidupan kita.
Lalu Bagaimana BCI Bekerja ?
“BCI bekerja dengan cara yang
ilmiah sama seperti halnya ilmu pengetahuan yang lain. Salah satu pondasi ilmu
pengetahuan yang menjadi dasar dari BCI adalah neurosains (ilmu yang
mempelajari tentang sistem syaraf manusia), dan ilmu rekayasa biomedis
(biomedic engineering). Dalam neurosains dikenal istilah neural prostheses atau
separangkat peralatan yang dapat menggantikan fungsi dari sistem syaraf atau organ
sensor dalam tubuh manusia. Salah satu contoh neural prostheses yang telah
digunakan secara luas adalah cochlear implant. Perangkat
ini digunakan untuk membantu orang dengan pendengaran yang lemah, namun tidak
dengan cara menguatkan gelombang suara yang ditangkap. Cara kerja cochlear
implant adalah dengan melakukan stimulasi secara langsung pada fungsi syaraf
pendengaran yang ada di dalam koklea (cochlea) dengan medan elektris. Komponen
eksternal dari cohlear implant adalah mikrofon, speech processor, dan RF
Transucer. Sedangkan komponen internal, receiver dan simulator yang diletakkan
di bawah kepala, digunakan untuk mengonversi sinyal suara menjadi impuls
elektris, dan mengirimkannya melalui kabel ke elektroda. Elektroda inilah yang
terhubung langsung dengan koklea sehingga memungkinkan pasien dapat kembali
mendengar.”(Dikutip dari Majalah PC Media)
Penerapan BCI pada kursi roda.
(amsvans.com)

